![]() |
Masjid Nurul Islam Karangtawang Bangun Ekonomi Umat Berbasis Masjid |
Kuningan – Masjid Nurul Islam Karangtawang kembali menunjukan perannya sebagai pusat pemberdayaan umat melalui kegiatan buka bersama dan salat Magrib berjamaah yang diselenggarakan pada Jumat (28/3/2025) atau 28 Ramadhan 1446 H. Acara ini diisi dengan ceramah bertema "Membangun Ekonomi Umat Berbasis Masjid" oleh H. dr. As’ad, Sp. THT, Ketua KAHMI Jabar dan ICMI Kota Cirebon.
Melalui "Masjid Nurul Islam Peduli" (MNIP) bagian dari kegiatan DKM, yang di inisiasi tokoh setempat, H Tatang Suharta, serta Ketua MNIP H Yoyo Sutia, mendapat sambutan antusias dari masyarakat Karang Tawang, pelaku umkm, dan sejumlah undangan termasuk mahasiswa.
Dalam ceramahnya, Dr. As’ad menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah mahdhah, tetapi juga memiliki peran sosial yang lebih luas, termasuk dalam bidang ekonomi dan kesejahteraan umat. “Masjid harus menjadi pusat aktivitas umat, tidak hanya dalam aspek spiritual tetapi juga sebagai penggerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pemaparan Dr. As'ad sangat menarik, mengenalkan gambaran peluang besar, khususnya kepada para pemula yang tertarik di dunia bisnis. Mudah dimengerti mayoritas Jamaah. Mencakup manajemen produksi, manajemen pemasaran, dengan peluang pasar dalam negeri, bahkan luar negeri.
Dan yang sangat menarik sangat berharga, adalah membangun mental pengusaha kepada jamaah, dari pengalaman narasumber secara langsung.
Ketua DKM Nurul Islam, K. Ence Burhanudin, SE, M.Pd, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya mengelola masjid secara inklusif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. “Selain kegiatan ibadah, kami juga mengembangkan program pemberdayaan berbasis kepedulian terhadap umat. Masjid ini bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga rumah bagi jamaah yang ingin berkembang dalam bidang ekonomi, sosial, dan pendidikan,” jelasnya.
Sementara itu, Anwar Bahrudin, Dewan Pengarah Masjid Nurul Islam Peduli, menambahkan bahwa ke depan, Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berbasis masjid akan terus dikembangkan.
"Ada rencana mendirikan pesantren, dengan konsep berbasis agrobisnis, konsep membangun pesantren yang mandiri, karena pihak ponpes dan santri bisa berusaha sektor agrobisnis, seperti pertanian dan peternakan. Jika terealisasi, ini bisa menjadi pilot project di Kuningan,” ungkapnya.
Ide lainnya juga muncul untuk memperkuat ekonomi umat. Jika Pemerintah memiliki BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), cara ini bisa diaplikasikan dengan mendirikan Badan Usaha Milik Masjid. "Manfaatnya sangat jelas, membangun kemandirian masjid di masa depan. Secara bertahap, karena sebelumnya kami telah memberikan pelatihan kepada UMKM disini," ungkapnya.
Aktivitas Masjid yang semakin meningkat, mendapat apresiasi dari Kepala Desa Karangtawang, Jaja Suharja. Menurutnya upaya ini menjadi langkah maju, untuk meningkatkan potensi Umat di desanya.
“Kami dari pemerintah desa tentu mendukung penuh kegiatan ini. Berkat kerja sama yang baik, program-program yang dicanangkan dapat terlaksana dengan lancar. Kami berharap program ini terus berkembang dan membawa manfaat bagi masyarakat, Desa dan DKM terus berkolaborasi,” katanya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh, Dewan Pengarah MNIP Subaryadi Yusuf yang akrab disapa SBY. pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten, serta perwakilan dari ICMI dan KAHMI.
Diberitakan sebelumnya, program Masjid Nurul Islam Peduli (MNIP), membuat masjid ini melayani masyarakat selama 24 jam, memiliki petugas piket yang disebut khidmat masjid, menyediakan kendaraan darurat bagi warga yang membutuhkan. Ketua MNIP, H. Yoyo Sutia, mengungkapkan bahwa setiap bulan masjid mengalokasikan anggaran hingga Rp30 juta dari para donatur untuk mendanai tujuh kegiatan sosial yang menyasar warga kurang mampu, anak-anak, remaja, serta musafir. (Bubud Siihabudin)