Reporter : Bubud Sihabudin
![]() |
Anak 10 Tahun Tenggelam. Petugas gabungan lakukan pencarian di Sungai Citaal, Desa Ciwaru. |
Kuningan – Dua hari berturut-turut, kabar duka terjadi di Kuningan, 2 anak dilaporkan hilang akibat terseret arus sungai di dua lokasi yang berbeda. Pada Sabtu dan Minggu, 15-16 Maret 2025.
Kemarin, seorang anak dilaporkan hilang, diduga terbawa arus sungai Cikadongdong saat hujan deras terjadi di Sadamantra, Kecamatan Jalaksana. Hari ini, Minggu (16/03) seorang anak dari warga Dusun Cimanggang RT 06 RW 14, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, juga dilaporkan hilang akibat tenggelam di Bendungan Cinangka, Sungai Citaal pada Minggu, 16 Maret 2025, pukul 10.00 WIB.
Kepala BPBD Kuningan Indra Bayu Permana dalam keterangannya Minggu sore mencatat, peristiwa naas di Ciwaru terjadi saat 7 orang anak bermain di pinggiran sungai, tepat di bawah jembatan. Seorang diantaranya terpeleset dan jatuh ke aliran air.
Arus sungai Citaal yang cukup deras pada Minggu siang, membuat korban terseret dan tenggelam. Informasi ini diterima oleh BPBD Kuningan pada pukul 10.57 WIB, segera ditindaklanjut dengan mengerahkan tim untuk melakukan pencarian.
"Pencarian melibatkan aparat desa, kecamatan, TNI, POLRI, BPBD, Damkar Kuningan, serta masyarakat setempat. Tim BPBD Kuningan juga diturunkan untuk melakukan pencarian sejak pukul 10.15 WIB hingga pukul 17.00 WIB tadi. Sayangnya, pada sore hari saat hari mulai gelap, korban belum ditemukan. Tim terpaksa menghentikan pencarian dan akan dilanjutkan Senin pagi." jelas Kalak BPBD.
Menurut keterangan warga, terakhir kali korban terlihat mengenakan kaos hitam dan celana hitam. "Rencananya, pencarian akan dilanjutkan pada hari kedua, besok Senin, 17 Maret 2025, pukul 08.00 WIB," terangnya.
Kondisi cuaca yang mendung dan mulai gelap di sore hari, turut menjadi tantangan dalam proses pencarian. Hingga Tim ESAR (Emergency Search and Rescue) diterjunkan untuk membantu mempercepat proses evakuasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan menegaskan, jajarannya akan terus berupaya maksimal untuk menemukan korban. "Kami bekerja sama dengan tim gabungan dan masyarakat setempat untuk mempercepat proses pencarian. Semoga korban segera ditemukan," ujarnya.
BPBD Kuningan juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, supaya kejadian serupa tak terulang. Pihak keluarga berharap, petugas dapat segera menemukan buah hati mereka dalam kondisi selamat. (Update Pusdalops BPBD Kuningan)